Emang Boleh Belajar Hanya Untuk Dapat Ijazah?

 

Emang Boleh Belajar Hanya Untuk Dapat Ijazah?

Sobat SUNI yang dimuliakan Allah. Kita telah mengetahui bahwa beramal dengan tujuan mengharapkan dunia merupakan bagian dari kesyirikan. Lalu bagaimana dengan seseorang yang belajar dengan tujuan mendapatkan syahadah (ijazah) atau strata sosial pada masyarakat?

Perlu kita ketahui bahwa belajar dengan niat mendapatkan syahadah (ijazah) atau strata sosial termasuk dalam kesyirikan, dia haram jika tidak ada niat sesuai dengan maksud syar’i.

Lalu bagaimana solusinya?

Pertama: Hendaknya seseorang tidak meniatkan ketika mencari ilmu untuk mendapatkan syahadah (ijazah) atau perkara-perkara duniawi, namun jadikan syahadah (ijazah) sebagai washilah untuk bekerja memberi manfaat kepada manusia. Karena pada zaman sekarang banyak perkerjaan yang mempersyaratkan syahadah (ijazah), dan manusia tidak bisa bekerja dan memberi manfaat kepada orang lain kecuali dengan syahadah (ijazah). Maka dengan ini jadilah niatnya benar.

Kedua: Seseorang yang belajar dan niatnya adalah ingin mendapatkan ilmu. Terkadang dia tidak menjumpai tempat belajar kecuali di madrasah-madrasah maupun di kuliah-kuliah, maka masuklah dia ke madrasah atau kuliah tadi dan berusaha mendapatkan ilmu di sana. Adapun syahadah (ijazah) maupun naiknya strata sosial pada masyarakat itu tidak penting bagi dia karena niat asalnya adalah untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Ketiga: Boleh bagi seseorang dalam beramal memiliki dua niat, niat mendapatkan kebaikan dunia dan niat mendapatkan kebaikan akhirat sekaligus. Hal ini sebagaimana yang allah firmankan:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rezeki yang tidak diduga-duga.” (QS. At-Thalaq: 2-3)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan tentang takwa dan memberikan dorongan untuk bertakwa dengan menyebutkan akan mendapatkan kebaikan dunia yaitu Allah memberi jalan keluar dari masalahnya dan memberi rizki dari arah yang tidak dia sangka-sangka.

Nah ringkasnya Sobat SUNI sekalian, belajar dengan tujuan hanya mendapatkan urusan dunia maka hukumnya haram, namun jika dalam belajar ada niat untuk mendapatkan kebaikan yang sejalan dengan maksud syariat maka diperbolehkan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang benar niatnya dalam beribadah sehingga mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.
Baarakallahu Fiikum.

Sumber: Kitab Al-Qaulul Mufid Ala Kitabit Tauhid hal. 426, karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, Hal 426

Disusun oleh: Andika Faisal Lubis, Lc., M.Pd.