Tingkatan dan Keadaan “Tidur” dalam Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang luas, saking luasnya bahasa Arab ini kata “Tidur” dan tingkatan-tingkatan serta keadaannya ada kosakatanya tersendiri, apa saja kosakatanya? Mari kita belajar bersama…

Jika kita membuka Al-Qur’an, kita akan mendapati 6 kata yang menunjukkan akan hal ini, yaitu: النَّوْمُ، السِّنَّةُ، النُّعَاسُ، الْهُجُوْعُ، الْقَيْلُوْلَةُ، الرُّقُوْدُ. Apa saja makna kata-kata tersebut?

1. النَّوْمُ (An-Naum)

Kata ini adalah mashdar dari kata نَامَ – يَنَامُ , yang bermakna: Tidur yang merupakan naluri manusia. Mashdar dari kata ini ada 2, yaitu نَوْمٌ dan نِيَامٌ

2. السِّنَّةُ & النُّعَاسُ (As-Sinnah & An-Nu’as)

Sebagian dari para ulama ada yang mengatakan dua kata ini adalah sama maknanya, seperti apa yang dikatakan oleh Imam Syaukani رحمه الله : 

والسِّنَةُ: النُّعاسُ في قَوْلِ الجُمْهُورِ، والنُّعاسُ: ما يَتَقَدَّمُ النَّوْمَ مِنَ الفُتُورِ وانْطِباقِ العَيْنَيْنِ، فَإذا صارَ في القَلْبِ صارَ نَوْمًا

As-Sinnah adalah An-Nu’as (Rasa kantuk) dalam pendapat Jumhur, dan adapun makna An-Nu’as adalah sesuatu yang mendahului untuk tidur dari rasa lemas dan tertutupnya mata, maka apabila rasa kantuk itu ke hati maka menjadi An-Naum (tidur).

Imam Ibnul Jauzi mengatakan:

فَأمّا “السَّنَةُ” فَهِيَ: النُّعاسُ مِن غَيْرِ نَوْمٍ

Maka adapun makna As-Sinnah adalah rasa kantuk dari selain tidur. Dan sebagian dari mereka ada yang membedakan maknanya antara ketiga kata ini:

السِّنَةُ مِنَ الرَّأْسِ، والنُّعاسُ في العَيْنِ، والنَّوْمُ في القَلْبِ

As-Sinnah adalah rasa kantuk dari kepala, dan An-Nu’as adalah rasa kantuk di mata, dan An-Naum adalah rasa kantuk di hati.

Allah berfirman:

ٱللَّهُ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَیُّ ٱلۡقَیُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةࣱ وَلَا نَوۡمٌ

3. الْهُجُوْعُ (Al-Hujuu’)

Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata:

والهُجُوعُ: النَّوْمُ بِاللَّيْلِ دُونَ النَّهارِ

“Dan makna Al-Hujuu’ adalah tidur malam.”

Allah berfirman tentang sifat orang-orang yang bertaqwa:

كَانُوا۟ قَلِیلࣰا مِّنَ ٱلَّیۡلِ مَا یَهۡجَعُونَ

4. الْقَيْلُوْلَةُ (Al-Qailuulah)

Kata ini berasal dari lafadz قَالَ يَقِيلُ قَيْلُولَةً. Imam Asy-Syaukani mengatakan tentang makna ini:

“نَوْمُ نِصْفِ النَّهارِ”, artinya: tidur pada pertengahan siang. Allah berfirman:

وَكَم مِّن قَرۡیَةٍ أَهۡلَكۡنَـٰهَا فَجَاۤءَهَا بَأۡسُنَا بَیَـٰتًا أَوۡ هُمۡ قَاۤىِٕلُونَ

5. الرُّقُوْدُ (Ar-Ruquud)

Adalah bentuk jamak dari kata رَاقِدٌ yang bermakna  النَّوْمُ الطَّوِيْلُ (tidur panjang). Allah berfirman:

وَتَحۡسَبُهُمۡ أَیۡقَاظࣰا وَهُمۡ رُقُودٌ

Allah juga berfirman:

قَالُوا۟ یَـٰوَیۡلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرۡقَدِنَاۜۗ

 

Sumber:

– Facebook Tadqiq Lughowi

– Tafsir Ibnul Jauzi

– Tafsir Fathul Qadir

– Tafsir Al-Qurthuby

Ditulis oleh: Fikri Ramadhan